Infopendidikanterkini.com,Takalar sulsel– Pemerintah Kabupaten Takalar bersama pengembang dan masyarakat menggelar Konsultasi Publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) terkait rencana pembangunan Pelabuhan Umum Kawasan Industri Takalar (KITA) di Sentra Pangurangi, Desa Pattopakang, Sabtu (18/4/2026). Forum dialog ini dihadiri oleh Direktur PT Tiran Jimmy, tim ahli Prof. Aymal B. Demmalino, serta jajaran kepala dinas terkait, Camat Laikang Marwan Taba, dan tokoh masyarakat guna membahas secara transparan dampak serta manfaat proyek strategis nasional tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur PT Tiran, Jimmy, menekankan bahwa pembangunan kawasan industri ini merupakan langkah strategis yang mencakup penataan wilayah daratan dan lautan secara terintegrasi. Pihaknya berkomitmen agar kehadiran Pelabuhan KITA tidak hanya sekadar infrastruktur fisik, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi warga sekitar melalui penyediaan lahan yang terencana serta terciptanya lapangan kerja baru di masa depan.
Senada dengan hal itu, Bupati Takalar melalui Kepala Dinas PUPR, Budi Rosal, menegaskan bahwa Kecamatan Laikang memiliki potensi besar sebagai penghasil rumput laut yang harus dikembangkan sejalan dengan industri modern. Pemerintah berharap proyek ini menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, mengingat statusnya sebagai bagian dari Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat demi kesejahteraan daerah.
Dari sisi teknis lingkungan, Prof. Aymal B. Demmalino memaparkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawal proses Amdal, khususnya terkait rencana reklamasi yang membutuhkan material timbunan. Ia menekankan bahwa masukan warga sangat diperlukan untuk merumuskan solusi atas potensi gangguan lingkungan, sehingga proses pembangunan tetap berjalan harmonis dengan ekosistem dan aktivitas sosial masyarakat setempat.
Sebagai langkah mitigasi konkret, diskusi ini juga merumuskan teknis distribusi material yang direncanakan dilakukan pada malam hari guna meminimalisir gangguan lalu lintas bagi warga di sepanjang jalur proyek. Melalui komunikasi dua arah ini, pembangunan Pelabuhan KITA diharapkan dapat berjalan lancar dengan komitmen kuat untuk menjaga keseimbangan antara akselerasi industri dan kelestarian lingkungan hidup di wilayah Takalar.

