Infopendidikanterkini.com, TAKALAR/SULSEL – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Takalar terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih sederhana dan langsung menyentuh kehidupan warga.
Salah satunya dengan meluncurkan program Ngopi Tawa (Ngopi Tengah Sawah) dan Ngopi Sayang (Ngopi bersama Nelayan) sebagai ruang untuk berdialog, menyerap aspirasi, sekaligus mendengarkan langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat petani dan nelayan di Kabupaten Takalar.
Program tersebut perdana digelar pada Selasa, 9 September 2026, bertempat di Lingkungan Sompu, Kelurahan Sombala Bella, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita tersebut berlangsung dalam suasana santai di tengah persawahan, dengan menghadirkan pengurus PKB dengan sejumlah Bapak/ibu petani di Lingkungan Sompu.
Kegiatan itu dihadiri langsung Ketua DPC PKB Takalar yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M., bersama Sekretaris DPC PKB Takalar Muh. Yasin Limpo.
Turut hadir Ketua DPRD Takalar sekaligus Wakil Ketua I DPC PKB Takalar H. Muh. Rijal Tawang, Ketua Komisi II DPRD Takalar H. Hilal, Wakil Ketua Komisi II DPRD Takalar H. Dahlan Beta, yang semuanya itu berasal dari Fraksi PKB yang duduk sebagai anggota DPRD di Takalar, serta Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKB Hj. Fadilah Fahriana.

Kehadiran para kader PKB dari unsur legislatif membuat forum berlangsung lebih interaktif karena masyarakat dapat menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
Ketua DPC PKB Takalar H. Hengky Yasin mengatakan, program Ngopi Tawa dan Ngopi Sayang merupakan gagasan kreatif kami jajaran pengurus DPC PKB Takalar.
Menurutnya, program tersebut dirancang untuk menghadirkan PKB secara langsung di tengah masyarakat dan membuka ruang komunikasi yang lebih cair tanpa sekat antara masyarakat dengan partai.
“Ini bukan sekadar program untuk mendekati petani dan nelayan, tetapi bagaimana PKB mendekatkan diri dengan persoalan-persoalan nyata yang ada di tengah masyarakat Takalar. Kami ingin hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi,” ujar Hengky Yasin.
Ia menegaskan, budaya politik yang dibangun PKB bukan hanya datang ketika membutuhkan suara masyarakat, tetapi harus hadir dan bekerja ketika masyarakat membutuhkan perhatian dan penyelesaian atas persoalan yang mereka hadapi.
Menurut Hengky, suasana ngobrol sambil menikmati kopi di tengah sawah sengaja dipilih agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan lebih terbuka.
Jika selama ini pertemuan sering dilakukan di ruang-ruang formal yang ber ac, melalui Ngopi Tawa PKB mencoba menghadirkan suasana berbeda dengan langsung berada ditempat petani bekerja yaitu di sawah dan di kebun.

“Hari ini kita duduk sama rendah, minum kopi dari gelas yang sama, menikmati suasana sawah yang sama”, tambah H. Hengky.
Dan mudah-mudahan dari suasana sederhana seperti ini, lahir gagasan-gagasan besar untuk kemajuan petani Takalar.
Saya tidak ingin acara ini hanya berhenti pada foto dan ngopi.
Saya ingin setelah kita pulang dari tempat ini, ada catatan persoalan petani yang kita bawa, ada yang kita tindaklanjuti, dan ada yang kita perjuangkan.
Kalau ada masalah yang bisa diselesaikan di tingkat daerah, mari kita perjuangkan bersama.
Kalau membutuhkan kebijakan pemerintah pusat, kita akan komunikasikan dan perjuangkan melalui jaringan PKB.
Karena petani tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan.
Petani harus menjadi subjek pembangunan.
Petani harus ikut menentukan arah pembangunan pertanian kita.
Dan yang paling penting, petani harus sejahtera.
Sebab kalau petaninya sejahtera, insya Allah daerahnya juga akan sejahtera. Ini gagasan membumi PKB Takalar”, tutupnya pak ketua DPC PKB Takalar H. Hengky.
(Lp/D.MG)

