Reses di Desa Tonasa, Warga Harapkan Dukungan Lukman B. Kady Perbaikan Jalan dan Irigasi

Infopendidikanterkini.com, TAKALAR/SULSEL Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Lukman B. Kady, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda Reses Masa Persidangan III Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Tonasa, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Jum’at (28/7/2026), dan dihadiri sekitar 250 peserta yang terdiri atas pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Kepala Desa Tonasa, Sahabuddin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Lukman B. Kady yang dinilainya konsisten memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Menurut dia, sejumlah aspirasi yang disampaikan warga pada periode sebelumnya telah terealisasi, termasuk program bedah rumah yang menjangkau sembilan titik di Desa Tonasa.

Sahabuddin berharap program tersebut dapat kembali dilanjutkan pada tahap berikutnya. Ia juga mengapresiasi kontribusi Anggota DPR RI Hamka B. Kady yang dinilai telah membantu masyarakat melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A) bagi petani di Kabupaten Takalar, khususnya di Desa Tonasa.

“Kami sebagai pemerintah desa mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih atas perhatian yang selama ini diberikan. Semoga melalui reses ini masyarakat dapat menyampaikan berbagai kebutuhan yang nantinya bisa diperjuangkan,” ujar Sahabuddin.

Dalam sesi dialog yang berlangsung terbuka, warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai mendesak. Abdul Salam, salah seorang warga, mengangkat persoalan masih adanya bangunan permanen yang berdiri di atas saluran irigasi. Ia meminta pemerintah mengambil langkah tegas agar kondisi serupa tidak terus berulang.

Menanggapi hal itu, Lukman B. Kady menegaskan bahwa pendirian bangunan di atas saluran irigasi bertentangan dengan ketentuan yang berlaku dan berpotensi mengganggu fungsi jaringan irigasi.

“Itu jelas melanggar aturan. Tidak boleh ada bangunan di atas saluran irigasi. Pemerintah desa harus terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Jika persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan di tingkat desa, maka harus segera dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Takalar untuk ditindaklanjuti,” kata Lukman.

Selain persoalan irigasi, masyarakat juga menyampaikan sejumlah aspirasi lain yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Warga meminta perbaikan ruas jalan Tonasa–Sanrobone yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian. Mereka juga mengusulkan peningkatan jaringan irigasi untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian serta pembangunan jalan tani agar akses menuju area persawahan semakin mudah dan mampu meningkatkan produktivitas petani.

Lukman mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Menurutnya, reses merupakan wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan riil yang akan diperjuangkan melalui kebijakan dan program pembangunan.

“Semua aspirasi yang disampaikan hari ini kami catat dan akan kami perjuangkan sesuai kewenangan pemerintah provinsi. Infrastruktur jalan, irigasi, dan jalan tani merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai usulan tersebut agar dapat masuk dalam program pembangunan pemerintah melalui koordinasi dengan pemerintah daerah. Kegiatan reses ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyerahan aspirasi secara langsung dari warga kepada Lukman B. Kady sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan di Kecamatan Sanrobone.

Warga berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Tonasa dan sekitarnya.(Lp/D.MG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *